IMAN LANDASAN AMAN


Salah satu nikmat besar yang wajib disyukuri di mana Allah memelihara iman dan Islam kita sehingga kita masih dapat menikmati suasana aman dan tenteram serta nyaman, dalam suasana yang penuh ketenangan sedangkan saudara saudara kita disebagian belahan dunia, mereka harus menghadiri jamaah jumat dibawah peluru, menyaksikan darah berserakan dimana mana seperti yang dialami saudara kita di Gaza, di Palestina, di Afganistan, dll. Syukur kita kepada Allah SWT karena Allah ciptakan kita di lingkungan di mana masyarakatnya masyarakat yang beriman, masyarakat yang Islam yang mayoritas adalah orang orang yang taat kepada Allah SWT, karena sesungguhnya islam, kerena sesungguhnya iman adalah sumber dari datangnya rasa aman dan nyaman. Allah SWT telah mengatakan kepada kita: “orang orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kemusyrikan, dengan kezaliman, merekalah orang orang yang mendapatkan keamanan dan yang mendapat petunjuk.”

Kezaliman dalam ayat ini ditafsirkan Allah SWT dalam surah Luqman:

“sesungguhnya kezaliman itu adalah kezaliman yang amat dahsyat”

Alhamdulillah, Allah menjadikan kita bangsa yang bertauhid, yang beriman kepada Allah SWT, sehingga keamanan tersebut nyaman kita nikmati. Alhamdulillah karena masyarakat kita adalah mayoritas muslim, tidak terbayangkan oleh kita kalau masyarakat Indonesia ini masyarakat mayoritasnya nonmuslim, karena sesungguhnya islam datang dengan kedamaian, keamanan, kenyamanan, keadilan, ketentraman, dan kesejahteraan.

Para hadirin siding jamaah jumat rahimalilllahi waiyyakum.

Oleh sebab itu, nikmat aman ini, nikmat nyaman ini, nikmat tentram ini harus kita pelihara sebelum Allah SWT mendatangkan murkanya, sebelum Allah SWT menurunkan amarahNya kepada kita, oleh sebab itu Rasulullah SAW dan sebelum itu Allah SWT dalam surah Qurais memperingatkan kita bahwa nikmat keamanan dan kenyamana itu datang dari Allah SWT , bahwa nikmat damai dan tentram itu datang dari nikmat Allah yang mesti kita syukuri. Allah berfirman:

É#»n=ƒ\} C·÷ƒtè% ÇÊÈ   öNÎgÏÿ»s9¾Î) s's#ôm͑ Ïä!$tGÏe±9$# É#ø‹¢Á9$#ur ÇËÈ   (#r߉ç6÷èu‹ù=sù ¡>u‘ #x‹»yd ÏMøt7ø9$# ÇÌÈ   ü”Ï%©!$# OßgyJyèôÛr& `ÏiB 8íqã_ NßgoYtB#uäur ô`ÏiB ¤$öqyz ÇÍÈ       

1. karena kebiasaan orang-orang Quraisy,

2. (yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas[1602].

3. Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).

4. yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.

 [1602] Orang Quraisy biasa Mengadakan perjalanan terutama untuk berdagang ke negeri Syam pada musim panas dan ke negeri Yaman pada musim dingin. dalam perjalanan itu mereka mendapat jaminan keamanan dari penguasa-penguasa dari negeri-negeri yang dilaluinya. ini adalah suatu nikmat yang Amat besar dari Tuhan mereka. oleh karena itu sewajarnyalah mereka menyembah Allah yang telah memberikan nikmat itu kepada mereka.

 

Makanan dan keamanan tersebut adalah nikmat dari Allah SWT oleh sebab itu kita mesti mensyukuri dan mesti kita alokasikan untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT sehingga aman dan nyaman tersebut dapat langgeng, bertahan lama, dan beretrusan kita nikmati. Kalau seandainya kita tidak mengalokasikan kepada yang dicintai Allah, kita tidak memanfaatkan keamanan tersebut kepada yang diridhoi Allah, maka berhati hatilah kita akan ditimpa suatu musibah yang kalau dia datang tidak hanya khusus pada orang orang yang zalim saja, bahkan kita semua akan mejadi korbannuya, kita semua akan menjadi sasarannya.

“dan takutlah kalian pada suatu fitnah, musibah yang tidak hanya akan menimpa orang orang yang zalim saja diantara kalian”

Dalam hadis diatas, Rasulullah SAW memperingatkan kita untuk tidak melakukan tujuh dari hal yang membuat kita sengsara dan petaka, yang bisa menghilangkan rasa aman dan nyaman dari kita, yang bisa mencabut kenikmatan yang sedang kita nikmati. Yang pertama adalah menyekutukan  Allah SWT, tiada dosa yang lebih besar dari menyekutukan Allah, tiada dosa yang lebih berbahaya dari menyekutukan Allah, tiada dosa yang lebih menghilangkan keamanan selain dari syirik kepada Allah SWT. Begitu Allah memperingatkan bahwa sesungguhnya dosa syirik tersebut tidak bisa diampuni oleh Allah, oleh sebab itu wajib hukumnya bagi setiap muslim, mukmin, insane, dan hamba yang bernama manusia untuk mengetahui apa itu sesungguhnya kemusyrikkan. Karna banyak diantara kaum muslimin yang melakukan perbuatan syirik padahal mereka tidak mengetahuinya, banyak diantara kaum muslimin yang terjerumus kepada kemusyrikkan tetapi dia tidak menyadarinya. Rasulullah SAW sangat mengingatkan kita, Allah SWT mengingatkan kita bahwa dosa ini adalah dosa yang tidak dapat diampuni.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa apabila Ia disyirikkan dengan sesuatu dan Allah akan mengampuni dosa selain itu bagi yang dikehendakinya. Sesungguhnya siapa yang syirik kepada Allah, sungguh telah tersesat sejauh jauhnya.

 

Para hadirin siding jamaah jumat rahimanillahu waiyyakum

Dosa syirik ini datangnya seperti benang halus seperti yang dikatakan Rasulullah SAW, ibarat langkah semut hitam yang berjalan ditengah kegelapan malam. Begitu datangya syirik kepada hati kaum muslimin, oleh sebab itu kewajiban kita kepada sesama kaum muslimin untuk mempelajari agama kita, menuntut ilmu, mengahadiri majlis majlis zikir yang akan mengingatkan kita kepada Allah SWT. Ingat, bahwa kita didunia ini bukan untuk selamanya, ingat bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban bagaimana menjalin kehidupan dunia ini.

Nah kalau kita menjalin tanpa ilmu, tidak memiliki pemahaman yang benar maka terjadilah apa yang akan terjadi yaitu kita menjadi orang yang sesat sejauh jauhnya.

Syirik adalah dosa yyang sangat berbahaya, yang dilakukan orang tanpa sadar namun mudah mudahan Allah SWT selalu menerangi ummat ini dengan ilmu yang bermanfaat dan amal yang soleh. Marilah kita menghadiri majlis majlis ilmu yang akan menjelaskan kepada kita mana yang benar mana yang bathil, mana yang zalim mana yang syirik sehingga dengan demikian kita selamat dalam menjalani kehidupan kita ini.

Yang kedua, yang akan menghilangkan rasa aman dan nyaman dalam kehidupan manusia adalah sihir. Sesungguhnya sihir merupakan kekufuran. Orang yang melakukan sihir tidak lepas dari bantuan dan pertolongan jin dan syetan. Ia akan melakukan apapun yang diinginkan oleh syaithan sehingga orang yang melakukan sihir dihukum Allah SWT sebagai orang yang kafir terhadap Allah SWT. Banyak permasalahan yang terjadi dikalangan ummat, banyak permasalahan yang terjadi dikalangan masyarakat, banyak orang yang bermusuhan gara gara kelakuan para tukang sihir kita. Dan seorang penyihir, selalu akan mewanti wanti orang yang menjadi sasarannya dan memperingatkan orang yang meminta pertolongannya “jangan melakukan ini, jangan melakukan yang ini, dan harus melakukan yang ini”. Nah, ini akan membuat seseorang selalu was was, akan membuat seseorang dikejar kejar rasa takut, kalau kalian melakukan ini, akan terjadi begini, kalau tidak lakukan ini, terjadi begini, tetapi orang yang tawakkal kepada Allah SWT, yang tidak ada manfaat kecuali dari Allah SWT, tidak ada pertolongan kecuali dari Allah SWT, dia bertawakkal dan berserah diri pada Allah SWT. Nah, semakin banyaknya sihir dalam kehidupan kita, semakin banyaknya guna guna dalam masyarakat  kita, semakin banyaknya perdukunan dalam kehidupan kita, semakin banyaknya ahli nujum dalam kehidupan kita, ini akan menimbulkan kemarahan Allah kepada kita dan akhirnya akan menghilangkan rasa aman dan nyaman, bahkan kita akan hidup dalam kesengsaraan yang berkelanjutan.

Yang ketiga adalah membunuh jiwa

Membunuh  yang diharamkan Allah SWT kecuali dengan haq. Sesungguhnya disaat hokum Allah tidak ditegakkan, disaat iman kepada Allah kurang, disaat orang yang dipercaya pada aturan aturan manusia yang nota bene dibikin oleh orang orang yang tidak beriman kepada Allah SWT sehingga nyawa bias melayang segitu murahnya, orang terbunuh tanpa ada nilainya demi menjaga hak asasi orang yang melakukan kejahatan, kita tidak melakukan hokum Allah SWT sehingga dengan demikian selalu kita melihat banyaknya kasus kasus pembunuhan yang diharamkan oleh Allah SWT. Kalau itu semakin banyak terjadi, akan menghilankan rasa aman dan tentram dalam masyarakat kita disamping Allah SWT juga akan marah dan murka kepada kita karna Dia telah memberikan aturan yang lebih baik, lebih menjamin  kesejahteraan kita, tetapi kita menukarnya dengan hokum hokum yang  kita bikin sendiri. Allah SWT Sudah memperingatkan:

öNä3s9ur ’Îû ÄÉ$|ÁÉ)ø9$# ×o4quŠym ’Í<'ré'¯»tƒ É=»t6ø9F{$# öNà6¯=yès9 tbqà)­Gs? ÇÊÐÒÈ  

 

“Dan bagi kalian dengan melakasanakan qishas tersebut adalah jaminan kehidupan bagi orang orang yang berakal, agar kamu bertakwa”

 

Sudah terbukti bahwa dimana hokum Allah dijalankan , Allah akan jamin nyawa kita. Sebuah penelitian  oleh badan dunia menghasilkan menit 18:38 dimana kejahatan dan criminal yang terjadi berbanding dengan perbandingan yang tidak masuk akal bagi kita , tapi ini adalah kenyataan. Disaat pemerintahan Arab Saudi menerapkan hokum Allah dalam pembunuhan bahwa kalau seseorang membunuh, maka ia harus diqishas, maka dalam penelitian tersebut, maka 13 tahun di Arab Saudi sama dengan  1 menit dengan kota Chicago Amerika Serikat tingkat kriminalitasnya, itulah perbandingannya. Disaat kita menjalankan dan menerapkan hokum Allah SWT, bukankah itu jaminan kehidupan bagi kita? Dimana hak kita terjamin untuk yang hidup dan yang mati. Oleh sebab itu , hadirin, mudah mudahan Allah SWT memberikan petunjuk kepada kita khususnya para pemegang keputusan diantara kita karena Allah mengatakan

“Mudah mudahan kalian mendapatkan petunjuk”

Allahumma amin.

 

Yang kelima, Diantara yang menghilangkan rasa aman dan nyaman dari kehidupan kita adalah banyak memakan riba. Memakan riba akan melahirkan ketidaknyamanan karena bagaimanapun seorang mu’min akan merasa bahwa riba tersebut adalah dosa dan semakin banyak dosa yang kita lakukan, kita akan semakin dirong rong oleh dosa yang kita lakukan. Kalau kita sudah dirong rong oleh dosa, rasa aman dan  nyaman akan hilang dari kita dan lebih dari itu, jika Allah SWT murka, karena sesungguhnya orang yang melakukan, memakan, menuliskan, menjadikan saksi, mengantarkan, mendaftarkan, mempromosikan, dan semua yang terkait dengan riba itu, Allah janjikan perang terbuka dengan mereka.

“Kalau kalian tidak lakukan, maka umumkanlah perang dengan Allah dan RasulNya”

Mudah mudahan Allah memberikan kita kesadaran,  para hadirin.

 

Siding jema’ah jum’at yang dirahmati Allah, karena sesungguhnya memakan riba menghapuskan keberkahan dari rezeki kita, banyak tetapi tidak membawa manfaat, banyak tetapi tidak membawa pada ketaatan, tapi justru menambah maksiat dan jauh dari Allah. Nah, disaat ummat sudah jauh dari Allah, Allah akan murka dan diambilnya rasa aman dari kita hingga terjadilah apa yang akan merong rong bangsa dan Negara kita ini.

 

Para hadirin jemaah jumat, diantara dosa yang merusak tersebut yaitu memakan harta anak yatim. Allah SWT menyebut orang yang memakan harta anak yatim adalah orang yang mendustakan agama.  Artinya ia tidak percaya pada agama, berarti adalah orang yang kurang imannya, oleh sebab itu orang yang tidak beragama, orang yang kurang iman, kepercayaan serta keyakinannya, tidak akan merasakan rasa aman dan nyaman karena itu adalah dosa yang akan mendatangkan laknat disisi Allah SWT.

 

Yang selanjutnya adalah berpaling atau lari dari peperangan/ medan pertempuran disaat melawan musuh musuh Allah SWT.

 

Dan yang terakhir adalah menuduh wanita sholihah, wanita wanita yang tidak pernah membayangkan akan melakukan suatu maksiat dan fahisyah, kejadian atau perbuatan terkutuk. Menuduhnya saja itu merupakan dosa besar apalagi menjadikannya bekerja untuk menjual kehormatannya tentu dosanya lebih besar, laknatnya tentu lebih berbahaya karena menuduh orang berzina padahal ia tidak berzinah adalah dosa besar. Justru kita disaat ini menjadikan isu isu perzinahan, isu isu perselingkuhan, isu isu penyelewengan, isu isu maksiat menjadi isu yang sangat lazim dan sering didengar oleh kita, menjadi deadline dikoran Koran, menjadi berita pilihan di media media audio visual kita.

 

Bukankah Allah SWT  mencintai hamba hamba yang melakukan dosa dan menyembunyikannya disaat ia bertobat? Tetapi orang yang melakukan dosa kemudian tanpa malu dihadapan orang banyak mengakui dosanya. Subhanallah, mana rasa malu kita? Mana rasa segan kita? Mana etika kita? Kenapa kita menjadikan hal ini sebagai syukuran, membicarakan keburukan orang yang lebih rendah itu, adalah dosa besar dan ibarat memakan daging bangkai saudaranya sendiri apalagi menjadikan isu perzinahan, isu perselingkuhan sebagai hiburan.

 

Mudah mudahan Allah SWT mengembalikan asal kaum muslimin kepada mereka, menjadikan mereka orang orang yang mendapat petunjuk dari Allah SWT , mudah mudahan murka Allah tidak turun kepada kita karena kalau Allah sudah murka, kalau Allah sudah menyabit dengan setiap dosa yang kita yang kita lakukan, pasti kita tidak ada lagi yang bertahan disini, pasti diantara kita sudah tidak ada lagi yang tinggal diatas permukaan bumi ini. Karena sesungguhnya jika setiap dosa yang kita lakukan lalu Allah menjadikannya sebagai azab, kita tidak bias bayangkan, bahkan hewan hewanpun tidak akan tersisa diatas permukaan bumi  ini saking banyaknya dosa yang kita lakukan. Allah SWT selalu mengampuni kita, member kita petunjuk, menjadikan kita orang oran yang cerdas, memikirkan akhirat lebih dari memikirkan dunia, yang mencari bekal untuk pulang kampong abadi daripada hanya sekedar menikmati dunia yang fana ini.

 

Para hadirin siding jemaah jumat  rahimalillah waiyyakum

“Telah jelas Nampak kerusakan diatas bumi akibat perbuatan tangan manusia supaya mereka bias merasakan sebagian akibat dari apa yang mereka lakukan”

 

Mudah mudahan mereka mau kembali kepada iman, mau kembali kepada Allah yang maha tau yang haq dan yang bathil, yang mampu mengampuni dosa dosa, yang mau menerima hamba hamba yang bertobat, yang gembira ketika melihat hambanya yang bertobat, dan murka dan kasian kepada hamba hamba Nya yang selalu berdosa. Mudah mudahan Allah membuka hati kita untuk tidak melakukan hal hal yang menyebabkan rasa aman dan nyaman hilang dan diambil Allah dari kita

Khutbah Jum'at

Pekanbaru, 18 November 2012


Berita Lainnya :

HAJAT UMAT MANUSIA TERHADAP DAKWAH (RISALAH) KETIKA ORIENTALIS BICARA TENTANG NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU `ALAIHI WASALLAM ISLAM YANG MEYAKINKAN KERANCUAN ILMU PARA ILMUAN MENGHIDUPKAN SUNNAH MENYATUKAN UMAT