ISLAM YANG MEYAKINKAN


بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya di antara keistimewaan agama Islam, adalah ajarannya yang jelas, gamblang, logis, mudah dipahami dan tidak ada pertentangan di dalamnya. Oleh sebab itu, siapa saja yang mempelajarinya dari sumbernya yang asli dan benar akan keluar dengan natijah (kesimpulan) yang menggembirakan yang membuatnya yakin seyakinnya, bahwa Islamlah satu-satunya agama yang benar. Dan keyakinan inilah yang membuat seseorang tertarik menjadi penganut Islam dan bersedia berkorban untuknya. Sebabnya, karena Islam sedikitpun tidak ada keraguan di dalamnya, karena ia turun dari Allah.

] ألم * ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ * الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ * وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ [.

"Alif Laam Miim. Demikian itu adalah Al Kitab (Al Quran), tiada keraguan padanya, menjadi petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib, mendirikan shalat dan menginfaqkan sebagian dari apa yang Kami karuniakan kepada mereka. Dan orang-orang yang beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada (nabi-nabi) sebelummu, dan mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat". QS. Al Baqarah: 1-5.

Karena Al Quranul Karim mengandung kebenaran yang tidak ada keraguan padanya, maka orang-orang yang membacanya dengan hati yang alami dan fitri akan tergiring untuk memasuki pintu kebenarannya dan akhirnya mereguk sejuknya petunjuknya. Hal inilah yang dialami oleh Frank Stock, seorang pemuda Katholik fanatik dari wilayah Indiana, Amerika Serikat. Setelah mempelajari dengan seksama dan menguasai mazhab-mazhab dan aliran dalam agama Nashrani, ia tidak mendapatkan sesuatu yang membuat hatinya tentram. Akhirnya ia mendapatkan kesempatan berinteraksi dengan minoritas muslim di New York dan Indiana dan mulai mempelajari Islam, sampai Allah melapangkan hatinya menerima Islam dan menjadi salah seorang penganutnya yang setia. Mengenai hakikat ini ia mengungkapkan: "Sesungguhnya prinsip-prinsip agama Islam yang membuat langkahku terhenti, pandanganku terpukau serta segenap perhatianku tertarik padanya, melebihi segala sesuatu yang lain, tatkala aku mulai mempelajari Islam, ialah karena agama Nasrani seringkali menyisakan sisi-sisi yang samar dalam menggambarkan keyakinan, yang diliputi oleh syak wasangka dan keragu-raguan. Ada poin-poin yang ditinggalkan oleh agama Kristen, dan saya tidak mengerti apa yang mesti saya lakukan berkenaan dengannya. Sedangkan Islam, segala sesuatu dalam (ajaran)nya jelas sekali, tiada keraguan padanya dan tidak pula kesamaran. Ia meliputi segala aspek kehidupan manusia dan merangkumnya. Oleh sebab itu, saya tidak merasa sedikitpun syak dan ragu, sebagaimana di bawah lindungannya saya tidak merasakan kehilangan dan sesat. Akan tetapi, saya yakin seyakin-yakinnya dari lubuk hati saya yang paling dalam bahwa Islam adalah metode hidup yang sempurna, berbeda dengan agama Nasrani. Dan yang benar, bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna. Di samping itu Islam dapat meyakinkan akal dan menarik hati, karena di dalamnya tidak terdapat satupun yang rahasia atau rumus-rumus yang tidak mungkin dimengerti. Akan tetapi, segala sesuatunya siap menghadapi berbagai pertanyaan dan penjelasan; tentang hikmahnya, alasan pengharamannya atau penetapan hukumnya. Segala sesuatunya dianggap pantas untuk menggunakan pemikiran dan melakukan pengamatan sebelum memeluk agama Islam. Pemikiran Islam tentang tauhid juga lebih dekat kepada logika dan fitrah yang lurus, dari prinsip trinitas di kalangan orang-orang Kristen. Karena prinsip trinitas dengan mudah dapat dibantah dan dibuktikan kebatilannya, tanpa perlu bersusah payah memeras fikiran. Islam juga tidak menerima pemisahan antara agama dengan dunia (sekulerisme). Islam hanya membekali seorang pribadi muslim dengan petunjuk yang sempurna dan lengkap yang memenuhi kehidupan dunianya dan menjanjikannya keamanan dan keberuntungan meraih syurga di negeri akhirat kelak".

Dari ungkapannya di atas, setidaknya ada empat poin utama yang membuat Stock tertarik mempelajari Islam dan kemudian mengikuti petunjuknya.

Pertama: Bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang jelas, gamblang, mudah dipahami dan tidak ada pertentangan di dalamnya. Demikianlah ciri khas ajaran Islam. Semuanya adalah ajaran yang mudah dipahami dan dimengerti. Tidak satupun yang disembunyi-kan atau dipersulit melakukannya. Semuanya adalah sesuai dengan fitrah yang suci. Sebagai contoh, dalam bidang aqidah, secara fitrah setiap hamba kalau berdoa, ia akan menengadah ke atas (langit). Ini adalah fitrah yang mana Allah telah menciptakan manusia atas fitrah ini. Dan ini adalah sesuai pula dengan akidah seorang mukmin bahwa Allah adalah di atas. Oleh sebab itu, tatkala seorang sahabat hendak memer-dekakan seorang hamba sahayanya yang mukminah, ia datang kepada Nabi Shallallahu `alaihi wasallam. Nabi lalu menanya sang hamba tersebut: "Di mana  Allah?". Ia menjawab, "Di langit". Nabi lansung mengatakan: "Merdekakanlah dia, sesungguhnya dia adalah seorang perempuan yang mukminah". Ini adalah persaksian dari Nabi Shallallahu `alaihi wasallam bahwa ia adalah beriman, karena ia berkeyakinan yang benar dan sesuai pula dengan fitrah.

Dan dalam hal hukum, Islam selalu menjadikan dasarnya sesuatu yang mudah dan dapat dijangkau oleh semua kaum muslimin. Misalnya, tatkala menentukan awal puasa dan hari raya, yang menjadi patokannya adalah terlihatnya anak bulan yang dapat dilakukan dengan mudah. Islam tidak mewajibkannya berdasarkan ilmu hisab yang tidak dikuasai kecuali oleh segelintir orang saja. Demikian pula dengan semua hukum-hukum Islam yang lain.

Kedua: Bahwa siapapun yang memeluk agama Islam, istiqomah dengan ajaran-ajarannya, tidak menyimpang dari keyakinannya, akan mendapatkan ketenteraman dan ketenangan hati. Ketenangan ini akan didapatkan di dunia dan di akhirat. Allah ber-firman:

] فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلإسْلامِ [.

"Barangsiapa yang hendak diberi petunjuk oleh Allah, Dia lapangkan hatinya menerima agama Islam".

] الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الأمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ[. (الأعراف: 79)

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan keimanannya dengan kezhaliman (kemusyrikan), mereka itulah yang akan mendapatkan keamanan, sedang mereka mendapatkan petunjuk". QS. Al A`raaf: 79.

Ketiga: Bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sempurna dan lengkap. Ajaran Islam mencakup semua aspek kehidupan umat manusia, sampai pada hal yang sekecil-kecilnya.

)) عَنْ سَلْمَانَ ـ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ـ قِيْلَ لَهُ: قَدْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- كُلَّ شَيْءٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ؟ فَقَالَ: "أَجَلْ، لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ لِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِيْنِ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ، أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيْعٍ أَوْ بِعَظْمٍ". رواه مسلم

Diriwayatkan dari Salman Al Farisi radhiyallahu `anhu, ditanyakan kepadanya: "Apakah nabi kamu –shallallahu `alaihi wasallam- mengajarkan kamu segala sesuatu, sampai tata cara buang hajat?" Salman menjawab, "Benar! Sesungguhnya Beliau melarang kami menghadap kiblat pada waktu buang air besar dan air kecil, atau beristinja' dengan tangan kanan, atau beristinja' menggunakan kurang dari tiga buah batu, atau beristinja' menggunakan tai hewan atau tulang".

Ini sungguh suatu bukti ketelitian dan kelengkapan Islam. Oleh sebab itu, banyak hal yang ditemukan para ilmuwan modern melalui penelitian yang sangat lama dan menghabiskan biaya yang sangat besar, sebenarnya jawabannya ada dalam Islam. Dan tulisan ini tidak memberikan kesempatan untuk membeberkannya di sini. Maka adalah sia-sia usaha orang-orang berhati sakit untuk membuktikan bahwa ajaran Islam tidak bisa menjawab dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang sangat kompleks di abad modern ini. Sebenarnya mereka belum mengenali Islam kecuali kulitnya, atau dari sumber yang tidak akurat dan otentik. Bukankah Allah sudah memberikan pernyataan yang sangat jelas;

] الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيْناً [. النساء: 3

"Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kamu dan telah Aku rihai Islam sebagai agamamu". QS. An Nisaa': 3.

Ini adalah pernyataan dan pengakuan dari Allah, bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Maka siapakah yang lebih benar pernyataannya daripada Allah?!

Keempat, yang mencuri hati Stock dan menarik perhatiannya kepada agama Islam adalah karena ajaran Islam tidak memisahkan antara dunia dan akhirat. Tidak seperti yang diklaim oleh kaum sekuler dan propagandis, yang menebarkan racun di kalangan umat Islam, bahwa urusan dunia bukanlah wilayah agama untuk mengaturnya. Dengan alasan itulah mereka menolak mentah-mentah menghubungkan apapun aturan kehidupan umat dengan syari`at dan ajaran Islam. Sebenarnya kita tidak perlu berlogika panjang lebar untuk mengetahui kebatilan mereka ini. Sebab, adalah mustahil suatu ajaran yang dijadikan Allah sebagai jalan hidup umat manusia sampai hari kiamat, tidak mengandung aturan tentang kehidupan mereka. Kemudian, aturan-aturan dan hukum-hukum yang ada dalam Islam sendiri menjadi bukti kebohongan mereka. Maka Stock sungguh sangat beruntung menemukan hakikat kebenaran ini. Seorang Yahudi di Madinah pernah berkata jujur pada Khalifah Umar bin Khaththab radhiyallahu `anhu: "Wahai Amirul Mu'minin! Sesungguhnya kalian kaum muslimin diberikan suatu ayat yang seandainya turun di kalangan kami, pasti akan kami jadikan hari raya (besar)". "Ayat manakah itu?", tanya Umar. Yaitu firman Allah:

] الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيْناً [. النساء: 3

"Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagimu agamamu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku kepada kamu dan telah Aku rihai Islam sebagai agamamu". QS. An Nisaa': 3.

Umar berkata: "Demi Allah, sungguh kami tahu hari dan tempat turunnya kepada Nabi Shallallahu `alaihi wasallam, yaitu di saat Beliau wukuf di Arafah pada hari Jum`at". HR. Al-Bukhary dan Muslim.

Bahan Bacaan:

  1. Al Quranul Karim.
  2. Shahih Al Bukhary.
  3. Shahih Muslim.
  4. Qolu `anil Islam, Dr. Imaduddin Khalil, Wamy.

Berita Lainnya :

HAJAT UMAT MANUSIA TERHADAP DAKWAH (RISALAH) KETIKA ORIENTALIS BICARA TENTANG NABI MUHAMMAD SHALLALLAHU `ALAIHI WASALLAM KERANCUAN ILMU PARA ILMUAN MENGHIDUPKAN SUNNAH MENYATUKAN UMAT IMAN LANDASAN AMAN